Skip to main content

Bahan Pokok Aman hingga 4 bulan ke Depan, Pemprov Harap Masyarakat Patuhi Imbauan

BENGKULU.TEROPONGPUBLIK.COM>><< Penanganan penyebaran Covid-19 secara maksimal terus dilakukan Pemda Provinsi Bengkulu, terlebih pasca meninggalnya pasien positif Covid-19 warga Lampung di Kota Bengkulu pada Senin kemarin. Hal ini dilakukan dengan optimalisasi pencegahan Covid-19, baik dari sisi penanganan langsung ke lapangan maupun realokasi anggaran dan refocusing anggaran sesuai instruksi Presiden RI.

Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri mengatakan, hingga saat ini upaya pencegahan secara serentak dan sinergi terus digencarkan oleh seluruh pihak pemerintah dan elemen masyarakat, mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota hingga ke tingkat pemerintahan Desa/Kelurahan bahkan Dusun/RT.

“Termasuk sosialisasi untuk #TetapDirumahAja dan penyiapan APD yang yang telah didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota. Sehingga kita sama-sama berharap penyebaran positif korona ini tidak terjadi lagi, cukup yang di Masjid At Taqwa saja,” ungkap Sekda Hamka.

Bahkan lanjut Hamka Sabri, sesuai dengan beberapa surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) maupun Menteri Keuangan (Menkeu RI), kebijakan Pembangunan di daerah belum dijalankan mengingat semua kebijakan pemerintah hingga saat ini tengan difokuskan terhadap pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

“Saat ini Pak Gubernur telah menyiapkan segala hal terkait penanganan di tengah wabah Covid-19 ini, mulai dari terkait kesiapan pangan Gubernur telah berkoordinasi ke pihak Bulog Bengkulu dan dipastikan pangan pokok seperti beras dan lainnya aman hingga 4 bulan ke depan. Bahkan dari anggaran sumber APBD Provinsi Bengkulu juga telah disiapkan untuk APD dan kesiapan lainnya,” jelas Hamka Sabri yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu ini.

Terkait dengan penangulangan bencana Covid-19, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu hingga saat ini juga terus melakukan penanganan secara massiv dan berkesinambungan sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat.

Menurut Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu Edi Susanto, terkait teknis penanggulangan di lapangan seluruhnya diserahkan ke Pemda Kabupaten/Kota, lantaran kabupaten-kota yang memiliki wilayah. Sehingga salah satu instruksi Gubernur yaitu pengamanan di daerah perbatasan Provinsi Bengkulu bisa terlaksana secara baik.

“Sampai saat ini kita terus lakukan koordinasi dengan pihak kabupaten/kota, terkait langkah apa yang dilakukan. Seperti kita telah mengeluarkan surat Intruksi Gubernur Bengkulu kepada Walikota yang salah satunya meminta Walikota mengisolasi lokasi tempat Almarhum positif korona kemarin,” kata Edi Susanto.

Sementara itu, Kadinkes Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan, update data pasien baik ODP maupun PDP hingga saat ini terus dilakukan pendataan secara baik, sesuai dengan data dari Rumah Sakit dan Dinkes kabupaten/kota. 

Validitas data yang disampakan kabupaten/kota juga terus dilakukan verifikasi secara berjenjang mulai dari Dinkes kabupaten/kota disampaikan ke Dinkes Provinsi Bengkulu kemudian untuk dilaporkan ke pusat.

“Kita sudah sepakat, setiap data yang dilaporkan itu terutama ODP tentu harus jelas nama, alamat, gejala klinis kemudian riwayat bepergian. Sekarang tentu dengan adanya kasus positif, penetapan data ini tidak hanya dari daerah luar zona merah tapi juga dari dalam Kota Bengkulu,” terang Herwan.

Sementara itu, dengan adanya data yang didapat ini, sebagai bahan pemerintah daerah melihat perkembangan dari waktu ke waktu terkait berapa peningkatan ODP maupun PDP dan bagaimana dengan orang tanpa gejala.