Skip to main content

Pansus DPRD BU Hearing Bersama Tim Gugus Tugas Covid-19

BENGKULUUTARA.TEROPONGPUBLIK.COM>><< Panitia Khusus (Pansus) DPRD Bengkulu Utara melakukan Hearing bersama tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bengkulu Utara. Rapat dipimpin oleh ketua Pansus, Febri Yurdiman beserta wakil dan anggota yang berjumlah 10 orang.

Rapat didahului dengan mempertanyakan Rencana Kebutuhan Belanja (RKB) oleh Tim Pansus mulai dari awal hingga persiapan anggaran penanganan COVID-19, di Kabupaten Bengkulu Utara.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melalui Sekretaris, Masrup menjelaskan bahwa dana yang terpakai selama penanganan virus Covid-19 baru Rp2 Miliar. Anggaran Rp2 Miliar diberikan ke Dinas Kesehatan Rp1,2 Miliar, Dinas Sosial Rp100 juta, BPBD Rp535.230.000, dan Diskominfo Rp89 juta.

“Total anggaran Rp18 Miliar penanganan COVID-19, Kabupaten Bengkulu Utara, Baru terpakai sekitar Rp2 miliar, di Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD, sisa anggaran tersebut masih ada Rp16 miliar dikas keuangan daerah hingga hari ini belum dipergunakan,” ungkap BPKAD, Kamis (23/4/2020).

Dalam refocusing yang dilakukan oleh tim Gugus Tugas, didapat anggaran sebesar Rp16 Miliar yang terkumpul dari pemangkasan anggaran di semua SKPD. Jadi, total seluruh anggaran Benlanja Tidak Terduga (BTT) Bengkulu Utara dalam menangani Covid-19 berjumlah Rp18 Miliar. Refocusing yang dilakuka sesuai dengan amanat Permendagri nomor 1 tahun 2020 tentang pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan COVID-19 di lingkungan Pemerintah Daerah.

“Dana Rp2 Miliar tersebut, di gunakan untuk antisipasi pencegahan COVID-19, serta pembelian Sembako, yang dibagikan ke masyarakat terdampak COVID-19,” ungkapnya.

Anggaran Rp16 Miliar sesuai dengan rencana umum dan sudah memiliki plot masing-masing. Untuk kesehatan Rp9,5 Miliar, dampak ekonomi Rp3,27 Miliar dan Rp5,5 Miliar untuk penanganan dampak sosial.

“Plot anggaran sudah disediakan untuk dinas terkait, yakni Dinas Kesehatan, Sosial dan BPBD. Namun, anggaran dapat dipergunakan apabila dinas memiliki Rencana Kebutuhan Belanja (RKB) terlebih dahulu,” pungkasnya.

Ketua Pansus DPRD Bengkulu Utara, Febri Yudirman mengatakan masih melakukan pengawasan serta pemantauan, kinerja tim Gugus tugas COVID-19, dalam pengunaan anggaran, agar tepat guna, tepat sasaran untuk masyarakat terdampak Antisipasi COVID-19.

“Kami minta RKB dari masing-masing dinas terkait untuk kami evaluasi, apa-apa saja yang dibelanjakan dan apa saja kegiatan yang sudah dilakukan. Apakah semuanya tepat pada sasaran atau tidak,” ungkap Ferbri.(ADV)(AMG)